Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Thursday, September 26, 2019

A Day in The Future

Bali, 2012.
I wish there would be a day in the future
when, all of a sudden, I ask you out then you agree without hesitation. Without saying no, without "let me think first", or without "how about another day?"

I wish there would be a day in the future
when every time we run out of energy or every time life brings us down, we will fix it by seeing each other. By talking, by laughing, by talking, and by loving

I wish there would be a day in the future
when we spend time together amidst our busy livesamidst our deadlines. We will take two to three hours after work to spend. 

I wish there would be a day in the future
when we never get bored with each other so there will be no day without us not meeting.

I wish there would be a day in the future
when we are stuck in the heavy traffic but still enjoying the moment by singing our favorite 90s or 20s songs. Singing out of tune, singing out of key.

I wish there would be a day in the future
when we cannot hold back our hunger at night so we will stop by to Abang nasi goreng tek-tek or pecel ayam or seafood stall because those are our favorite foods.

I wish there would be a day in the future
when we cannot end a day without having a dessert. We will go through McD drive-thru and order two oreo McFlurry. Then we will park the car, then eat, then talk, then laugh, then love again.

I wish there would be a day in the future
when you agree to come with me to an art exhibition although you don't have any artistic sense. Cause you are all about analytical, mathematical, and scientific

I wish there would be a day in the future
when we take a stroll around Jakartahopping from one park to another park, visiting all the museums, using the new public transports, taking a lot of pictures, and ending up at a small comfy coffee shop.

I wish there would be a day in the future
when you inspire me and I inspire you about each other favorite things, about our hobbies, about our interests.

I wish there would be a day in the future
when we hold our long-distance relationship so tightly because we don't want to lose it. Because we promise we will make it work.

I wish there would be a day in the future
when I cannot wait to grow old with you and never be apart because you complete me in a way that only you do.


Love,
NM.

Sunday, April 28, 2019

Bertemu

Photo by Tim Gouw on Unsplash
Perempuan berjalan
Laki - laki berjalan
Mereka berpapasan
Bertukar pandangan

Mata mereka beradu
Bibir mereka meragu
Keduanya bingung;
Harus tersenyum atau berlalu

Lalu,
Mereka memilih berlalu
Berlalu,
Tanpa berbicara tentang masa lalu

Tuesday, December 6, 2016

Coping with Sadness

The artwork is created by the talented Faizuddin Rahmatulloh.

There are so many ways to cope with sadness

Some people choose to cry it out loud

Some hide it by a happy face mask

Some need a break from the crowd, then make distance

And some choose to be bitter

Then how about me? How about him?

We turn to be bitter, to each other, to others; to people around us

We both know that losing him is kind of torture, but it's too selfish to call it like that

Mom said that it's a bless; by means, God loves him more than we do

Dear Dad,

Your son always turns bitter, he still can't accept the reality

Cause the reality kills a part of his self

And

Your daughter always turns bitter to look so strong

To make everyone believe that she is okay

Dear dad,

Turning bitter doesn't always look so bad, right?


--1 year ago / from my Steller

Thursday, August 18, 2016

Lagi, Lagi, dan Lagi

Ah, sejatinya yang kurindukan hanya fana. Ungkapan kata rindu pun tak bisa diucap karena telinga telah melebur dengan tanah. Tapi orang bilang mereka tetap dapat mendengar. Rasa - rasanya tidak adil.

Jika memang dunia telah berbeda, harusnya kita tak lagi dapat melihat, mendengar, atau merasakan. Kalau masih, ini tidak adil. Lagi, lagi, ini tidak adil.

Andai saja perbedaan tidak mengubah segalanya, andai saja kita masih tetap di sini. Dapat berpeluk satu sama lain. Ah, andai saja. Lagi, lagi, andai saja.

Orang bilang umur manusia hanya 63 tahun paling lama, selebihnya bonus. Bagaimana kalau batas itu belum teraih? Selebihnya umur akan diberikan pada siapa? Saya? Nggak mau. 

Saya antara mau tinggal lebih lama dengan mereka yang mana mereka juga harus lama. Atau berangkat lebih cepat karena mereka sudah lebih dulu pergi.


-2 years ago / from my Tumblr.

Thursday, January 7, 2016

Halo, Aku Biru Artworks


Halo, aku biru
Sedang apa kau disana?
Masih mengingat aku?
Aku si biru
Aku selalu sedih, tapi bukan karena kau
Aku selalu murung, juga buka karena kau
Tapi karena kemunafikan kita berdua

Aku meliriknya lagi. Lalu menghela nafas, lagi. Entah aku sudah melakukannya berapa kali semenjak lelaki ini duduk disampingku, tanpa memulai sebuah pembicaraan.

Aku kembali menghela nafas. Tidak biasanya lelaki itu menghampiriku dan hanya duduk terdiam. Biasanya dia akan berbicara, melupakan segala macam titik koma, tidak bisa berhenti bicara. Jujur saja aku heran. Mungkin saja ia ada masalah, tapi aku tidak mau ambil pusing. Tapi hatiku tetap mempertanyakan sikapnya. Apa aku khawatir? Entahlah. Aku tidak mau bersikap peduli.

Sejak awal, hubungan antara aku dan dia sama sekali tidak ada rasa didalamnya. Mungkin hanya buatku, mengingat dialah yang memintaku untuk menjadi kekasihnya. Hubungan ini hanya berawal dari kesalahpahaman. Dan bodohnya, aku sama sekali tidak meluruskan kesalahpahaman itu, dan membiarkannya terus berlanjut seperti ini.

Aku menyukai orang lain. Tentu saja bukan dia. Orang yang dari dulu tidak pernah bisa aku jangkau. Bahkan ketika aku mengulurkan tanganku panjang-panjang. Orang yang selamanya hanya aku bisa tatap dari belakang, tanpa bisa menyentuhnya barang sedikitpun.

Dan lelaki ini kemudian masuk dalam hidupku begitu saja. Aku merasa berdosa telah membuatnya merasakan perasaan itu sendiri. Tapi aku tidak tega mengatakan padanya. Ia terlalu baik, dan aku akan menjadi orang terjahat didunia bila menyakitinya lebih dari ini.

Lamunanku terhenti ketika ia mengeluarkan suaranya. “Menurut kamu, aku ini berarti apa? Apa aku termasuk bagian penting dari hidup kamu?”

Aku terdiam. Sama sekali tidak tahu—benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku tahu dia merupakan bagian terpenting dalam hidup kamu. Tapi, benar tidak ada tempat untukku? Sampai selama ini… Apa kamu benar-benar tidak bisa melihatku?”

Aku tertohok. Lelaki ini mengetahui semuanya—perasaanku, orang itu, dia mengetahuinya. Aku melihat kearahnya. Menatapnya dengan semua rasa bersalah yang aku punya. Ketika aku melihat manik matanya, aku menunduk. Dia terlihat begitu sakit.

“Kamu orang baik…” lirihku.

“Tapi gak bisa membuat kamu suka sama aku ‘kan?”

Aku menggigit bibir bawahku. “Maaf… Aku yang salah, aku—“

“Lebih baik selesai sampai disini ‘kan? Kamu gak perlu repot-repot menjaga perasaanku lagi. Cukup aku saja yang menjaga semuanya—perasaanku, rasa sayangku sama kamu. Biar aku aja yang menyimpannya.”

Rasanya sesak. Aku tidak tahu, tapi rasanya sesak sekali. “Maafin aku…”

Dia mengelus kepalaku—sangat nyaman. Kemudian tersenyum lembut. “Terima kasih untuk selama ini. Meskipun kamu gak pernah suka sama aku, seenggaknya aku merasakan pernah memiliki kamu.”

Hanya mengingatmu saja dada sesak, mata hujan
Itulah aku biru
Kau munafik, begitupun biru
Tak ada perbedaan bukan?

Kejadian itu sudah lama berlalu, dan rasa kosong mulai melingkupi hatiku. Sejak kepergiannya, seperti ada lubang yang menganga lebar didadaku. Aku kehilangan. Aku baru sadar kalau kehadirannya begitu mempengaruhi hidupku—dan bodohnya, aku baru sadar ketika ia benar-benar pergi, dan tak bisa kembali lagi.

Dadaku sesak. Ketika waktu itu, secara tidak sengaja aku melihatmu bersama wanita lain. Kamu terlihat begitu bahagia—aku senang, dan cemburu disaat bersamaan. Biasanya aku yang menikmati senyum lebarmu, yang melihat mata teduhmu. Tapi sekarang semuanya sudah bukan untukku lagi. Kamu sudah bukan milikku lagi.

Kamu bilang, kamu akan menjaga perasaanmu padaku. Kamu bilang, kamu akan selalu menjaganya. Tapi bagaimana dengan sekarang?

Aku sadar kalau ini sangatlah egois. Memilikimu, tetapi menyerahkan hatiku pada orang lain. Dan setelah kamu pergi, aku tidak ingin hatimu dimiliki orang lain. Hanya boleh buatku. Aku menyesal—dan sangat menyesali penyesalan yang datang selalu terlambat.

Tapi, apakah cinta juga datang selalu terlambat?

Ya memang, karena kita satu
Tapi itu, dahulu
Dan kini, tak ada arti

---------

To be surrounded by creative people is one of my wishes, so I thank to God for sending me these guys, Saras Hanin and Fahmi Maulana. The illustration up there was created by the talented Fahmi and that melancholy-slash-romantic-slash-tragic story was created by the brilliant Saras. I thank you guys for making such lovely artworks based on my poem here! *terharu*

Yes, this post is dedicated to Saras and Fahmi, my good, creative, and inspiring friends. Once again, thank you.

Sunday, February 22, 2015

Sajak Duka

Tertinggal jauh tanpa pelukan
Dari ayah yang kembali pulang 
Tertinggal jauh tanpa arahan 
Dari ayah yang kembali pulang 

Ceritakan pada kami, 
anak yang tertinggal 
Bagaimana mengutarakan rindu 
Yang mendesak keluar terburu 

Ceritakan pada kami, 
anak yang tertinggal 
Bagaimana memeluk tubuh 
Yang telah tak ber-ruh 

Dan kepada Sang Pemilik tubuh, 
titipkan salam rindu dan sayang 
Serta doa, 
untuk menyelimuti ayah kami tercinta 

Di sana, dalam peluk-Mu.

Sunday, November 16, 2014

Will You?

Dear Papah,
it is not that I want to erase yourself in my mind
it is not that I want to delete our memories
it is not that I want to forget you

But really,
sometimes when I am alone
The memories of you remind me
And kill me
Again, again and again.

I miss you so bad,
and I do not know what to do

Except for sending you my prayers so they will always make you warm up there

Papah,
Can you please at least for once show up in my dream,
tonight?

Say to me what should I do,
now and then
Hug me tight as you will never want to leave me
Hold my hand so we can face the world together again
Guide myself then I can be a better me for a better future

And tell me,
what is heaven like?

I miss you so bad
and I do not know what to do.

Friday, September 7, 2012

Secret Feeling

I know that time will come to me.
The time that I should give up on you. The time that moving on and letting go is must to do.
I just wait for it, wait patiently.
And while I'm waiting for it, I'm enjoying every second, every minute, and every hour before it happens.
I try to stop looking at you, stalking your timeline, talking with you.
I don't know why I just want to stop it.
I will try it as I can.
Because I believe, someday, I won't ever give a damn to you, again.
I won't even care to you.
Because you just wasted mine. My caring and my love.
I know it's such a shame writing this for someone like you because for you this is meaningless.
But for me, this is all that matters.
And now I know, I'm just gonna secretly in love with you and leave it at that. Forever.

Sunday, May 15, 2011

Lilin Hati

Cinta itu datang dan pergi

Tanpa menatap dan tanpa merasakan 

Dengan sekenanya cinta datang, dan tumbuh dengan liar di dalam diriku

Aku belum terhanyut, hanya menjiwai saja

Aku mencintainya, dalam kesunyian malam

Aku menunggunya, tanpa beban di hati ini

Aku gelisah, takut

Aku takut jika badai menyerang

Ombak menghantam dan petir menjerit

Aku gelisah… jika di akhir nanti, aku bukanlah lilin di hatinya

Monday, November 15, 2010

Takdir Tak Bisa Jadi Alasan

Sudah takdirnya saya menjadi Nikita Putri Mahardhika, bukan orang lain.
Sudah takdirnya saya berumur 14, bukan umur lain.
Sudah takdirnya saya lahir dari perut ibu saya, bukan perut ibu presiden.
Sudah takdirnya saya tinggal di Indonesia, bukan negara lain.

Tapi belum tentu takdir bilang saya tidak bisa berbuat apa - apa
Belum tentu saya tidak bisa meraih nilai UN tinggi
Belum tentu saya tidak bisa meraih cita - cita saya
Belum tentu saya tidak bisa sukses di masa depan nanti

Saya tahu, takdir ya akan terus jadi takdir
Saya tahu, kita semua tak tahu takdir di masa depan nanti

Takdir saya boleh begini
Takdir saya boleh begitu
Tapi saya ingin bisa merubah takdir saya
Bukan merubah, hanya menggeser, sedikit

Dengan itu, saya bisa mencapai segalanya
Semuanya yang saya mau

Friday, August 27, 2010

Tentang Biru


Halo, aku biru
Sedang apa kau disana?
Masih mengingat aku?
Aku si biru

Aku selalu sedih, tapi bukan karena kau
Aku selalu murung, juga bukan karena kau
Tapi karena kemunafikan kita berdua

Hanya mengingatmu saja dada sesak, mata hujan
Itulah aku biru,
Kau munafik, begitupun biru
Tak ada perbedaan bukan?
Ya memang, karena kita satu
Tapi itu, dahulu
Dan kini, tak ada arti


- Nikita Putri Mahardhika

Friday, May 28, 2010

Puisi BJ Habibie


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku

Mereka layaknya romeo dan juliet, cinta mereka kan abadi selalu. 
Selamat jalan ibu Ainun Habibie 




Wednesday, July 8, 2009

Love

anything for love
and love for soul
seseorang akan dapat merasakan cinta
dan seseorang..
juga akan mendapatkan jiwa yang penuh cinta

karna cinta..
semua dapat bahagia
dan karena cinta juga...
semua dapat menangis

cinta tak akan selamanya membuat kalian bahagia
jika kamu jatuh cinta terhadap seseorang, kamu akan merasa bahagia.
namun...
jika kamu disakiti oleh cinta..
kamu akan merasa sakit, lalu sedih

kalian harus tahu apa arti cinta.
sebelum cinta itu merasuki dirimu.
dan membuai dirimu lebih jauh dan lebih dalam....

Sahabat Pena

Kulihat nama sahabat penaku
namun ku tak tahu siapa dia
bersahabat mungkin juga tak harus saling memandang

hanya dengan sebuah buku..
majalah..
atau surat kabar..
ia bisa menemukan sahabat pena

pagi ini..
matahari telah menampakan keagungannya
menjadi lebih meriah dipagi ini
aku masih duduk termangu
dan termenung
menunggu..
menunggu surat sahabat penaku.
yang tak kunjung tiba

Teman Khayalan

andai kupunya teman khayalan
mengajaku pergi ke ke luar angkasa
mengelilingi dunia dalam satu waktu
tak perlu ada dosa berteman dengannya..

dia tak pernah berbuat salah
selalu menyenangkan hati
dan selalu menyemangati jiwa.
juga membuat dunia bahagia

teman..
ajakkulah bersamamu
melihat dunia yang besar ini
mengetahui tata surya
dan menambah pengetahuanku

jikalau benar ada..
ku ucapkan ..
terima kasih